TEGAL AKAN DI-LOCKDOWN?
Sudah
viral video Youtube konferensi pers Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan
status di media sosial tentang rencana penutupan Kota Tegal, setelah diketahui
ada pasien di RSUD Kardinah yang positif corona.
Kecuali
akses jalan provinsi dan nasional, seluruh jalan masuk dan keluar Kota Tegal
akan ditutup total dengan memakai MBC beton, sehingga tidak bisa digeser. Wali
Kota Tegal menyebut kebijakan ini sebagai “lockdown lokal” demi untuk
menyelamatkan warga Tegal. “Lebih baik saya dibenci daripada maut menjemput
mereka (warga Tegal),” katanya.
Sungguh
warga Kota Tegal harus bangga punya wali kota yang peduli dengan keselamatan
warganya. Karena keprihatinan yang tinggi terhadap bahaya pandemi Covid-19 bagi
warganya, apalagi mengingat Kota Tegal sebagai kota transit, Dedy Yon sampai
pasang badan siap dibenci atas kebijakannya itu.
Hanya
saja, warga ada yang bertanya-tanya, bagaimana teknis pelaksanaan kebijakan itu
nantinya dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya bagi kehidupan sehari-hari
warga Kota Tegal dan wilayah sekitarnya dalam 4 (empat) bulan ke depan?
“Lockdwon lokal” itu rencananya akan diberlakukan dari tanggal 30 Maret s/d 30
Juli 2020.
Mungkin
batasan “lockdown lokal” itu perlu diperjelas agar aktivitas dan penghidupan
warga Kota Tegal tidak macet. Terutama pasokan bahan pokok dan lalu lintas
barang dan jasa yang penting tetap bisa berjalan lancar. Prinsipnya, warga
terlindungi dari Covid-19 tapi urat nadi ekonomi harus tetap berdenyut. Tanpa
jaminan ini, Covid-19 bisa tetap mengancam Kota Tegal, karena warga yang stres
bakal menurun imunitasnya.
Semoga
Pemkot Tegal telah mengantisipasi dan menghitung segala sesuatunya terkait
rencana kebijakan tersebut. □

Tidak ada komentar
Bagaimana menurut pendapat anda? silakan tulis pendapat dan pandangan anda di kolom komentar. Ide dan pandangan anda akan menjadi bahan diskusi yang menarik.